Sosok Umar Yang Dirindukan

5 04 2008

Seandainya ada pemimpin seperti Umar bin Khottob pada era sekarang mungkin Islam tidak akan pernah dilecehkan. Tidak ada lagi pelecehan terhadap Rosulallah SAW. Sebagaimana kita ingat saat ada sahabat yang memberitakan bahwa Rosulallah telah wafat, apa kira-kira tanggapan Umar?Beliau tidak percaya sama sekali malah beliau akan memenggal kepala sang pembawa informasi. Itulah kecintaan Umar kepada Rosulallah SAW. Belaiu seorang sahabat yang sangat tegas dan keras.

Masuknya Umar kedalam Islam membawa dampak yang sangat besar sekali terhadap peekembangan dakwah, yang dulunya secara sembunyi-sembunyi menjadi terang-terangan. Bahkan Umar berkata dengan lantang kepada para kaum kafir pada saat itu,”Siapa yang tidak ingin istrinya jadi janda, anaknya jadi yatim,….maka berimanlah kepada Allah SWT dan Muhammad sebagai Rosulallah”.

Siapa yang tidak tahu sosok Umar bin Khottob yang tegas dan keras. Syetanpun lari terbirit-birit ketika Umar lewat. Ekspansi Islampun semakin meluas. Dialah sosok pemimpin yang sangat dirindukan saat Islam dilecehkan saat ini dengan film propaganda yang dibuat oleh kaum kuffar di Beanda. Saat Muhammad SAW, sebagai pembawa keterangan dan perbaikan terhadap ummat manusia, dihina oleh kaum kuffar dengan gambar kaikaturnya. Sedangkan sekarang para pemimpin negara-negara yang notabene berpenduduk muslim terbanyak tidak mampu berbuat dan bertindak tegas.

Namun dibalik sosok yang keras Umar memiliki kelembutan dan sangat peduli dengan kondisi rakyatnya. Pada suatu malam ketika Umar sedang berjalan menyusuri perkampungan beliau mendengarkan percakapan seorang ibu dengan anaknya. “Bu, saya lapar ingin makan.”kata si anak. “Tunggu bentar nak masih belum matang.”kata si Ibu. Lalu Umar pergi ke tempat datangnya suar tersebut. ”Assalaamu’alaikum…”kata Umar. ”Wa’alaikumsalaam…”jawab si Ibu. Mengapa anakmu menangis?”tanya Umar. ”Dia kelaparan karena seharian belum makan. Tapi apalah daya aku seorang janda tua yang tidak berkecukupan.”kata si Ibu. Kemudian Umar bertanya,”lalu apa yang kau masak kok tidak matang-matang.” Si ibu pun menjawab,”Lihatlah sendiri….”. ”Apa kau memasak batu”,Umar kaget ketika melihat yang dimasak bu tersebut. Kemudian si Ibu pun berkata dengan lirih,”Inilah kejahatan seorang Umar bin Khottob. Dia tidak mau melihat kondisi rakyatnya.” Umar dengan mata berlinang kembali ke madinah untuk membawakan sekarung gandum kepada keluarga tersebut. Dan itupun dia pikul sendiri.

Adakah sosok pemimpin yang seperti Umar saat ini….???. Sungguh sosok Umar yang dirindukan ummat Islam saat ini.

Pedanglaut

07.30 am, 05 April 2008-04-05

Lab.Mekanika&Mesin2Fluida

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: