Masih Ada Amanah Langit

29 10 2009


Pilihan pun telah kupilih, meninggalkan keinginan melanjutkan study S2 untuk sementara waktu atau bahkan tidak untuk selamanya..wallohu a’laam…Keinginan menjadi pengajar di salah satu perguruan tinggi ternama pun harus kulupakan sementara waktu. Setelah dosen pembimbing TA mengatakan untuk menjadi dosen butuh S2 terlebih dahulu. Selain itu juga aku harus memikirkan kelanjutan pendidikan kedua adikku yang juga membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Ya ada hikmah dibalik ini semua. Ada rencana langit yang belum saya ketahui sebelumnya.

Setelah mengikuti dan mencoba mencari beasiswa S2 akhirnya pun juga sama kembali pada biaya yang tidak sedikit yang saat itu tidak ada sama sekali. Meminta pada ortu tidak mungkin dilakukan, karena tidak saatnya meminta namun seharusnya aku yang harus memberi.  Pikiran pun bergejolak saat itu antara 2 pilihan yang tidak mudah yaitu memenuhi ambisi pribadi atau mengenyampinkan kepentingan pribadi demi berlangsungnya pendidikan adik-adik dan kehidupan ortu. Ya bisa dibilang aku bukan lah berasal dari golongan berada. Akhirnya aku pun juga mencoba melamar pekerjaan. Ada sekitar 7 lamaran yang aku masukkan.

Proses seleksi pun terus berlanjut sampai akhirnya aku pun keterima di salah satu perusahaan swasta di luar jawa. Perantauan pun terpaksa dilakukan untuk niatan hidup yang lebih baik. Mungkin ini lah yang bisa kupersembahkan untuk keluargaku dan adik-adikku serta orang tua angkatku. Inilah jalan yang telah ALLOH berikan untukku, merantau ke pulau seberang, Pulau Borneo. Ada kata-kata yang membuatku berani meninggalkan tanah kelahiranku, Surabaya kota perjuangan, yang penuh dengan kenangan dan perjuangan untuk bertahan hidup, yaitu : “ Dimanapun kita bekerja adalah sama saja, mau di jawa atau pun luar jawa, sama-sama bumi ALLOH. Asalkan diniatkan untuk beribadah kepada-Nya maka tidak akan terasa berat.”

Ya itulah pesan ibu angkatku. Masih ada amanah langit yang harus aku tuntaskan. Mengenyampingkan keinginan pribadi. Begitulah kehidupan memberikan banyak pelajaran.

“….Dan tiada seorangpun yang dapat mengetahui di bumi mana dia akan mati. ..” {QS. Luqman (31) : 34}


Menemani bisingnya bermalam di pabrik

Bontang, Kalimantan Timur

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: