Begitu Indahnya Jadi Pengajar : Pengalaman I

31 10 2009

Pengalaman mengajar kurang lebih 7 thn membuat saya tertarik dan merasa nyaman dengan profesi tersebut. Aku menjadi guru privat sejak SMA kelas 2. Saat itu saya mengajar anak SMP kelas 3. Dalam benak saya, ini adalah sebuah tanggung jawab yg cukup besar. Tuntutan orang tua murid pun cukup tinggi. Anaknya harus masuk SMA Negeri. Dengan mengambil langkah berani, aku mencoba ambil peluang itu.

Saat itu saya berfikir, pergi ngajar naik apa ya???kebetulan saat itu belum ada kendaraan pribadi. Uang saku dari ortu pun hanya cukup untuk PP ke sekolah. Alamat rumah tempat ngajar ke rumah saya harus ditempuh dengan naik bemo(lyn/angkot) 2 kali, lumayan jauh emang. Tapi dengan keinginan yg sangat kuat untuk hidup mandiri tetap saja aku ambil peluang itu. Hari-hari pun berlanjut, sampai akhirnya bayaran pertama pun aku terima. Sungguh bangganya meneri hasil keringat sendiri walaupun tidak seberapa. Namun hati ini tetap puas. Saat itu aku terima uang Rp 15.000,-. Uang itu pun terpotong ongkos angkot PP menjadi Rp 7.500,- . Bukan uang orientasiku saat itu tapi pengalaman berharga menjadi seorang guru privat yg aku inginkan, mendapatkan uang hasil jeri payahku sendiri yg menjadi kebanggaan.

Dengan menjadi privat tentunya mengurangi jatah waktu luangku. Apalagi saat itu juga aktif di Organisasi Sekolah, secara otomatis waktu belajar pun akan berkurang. Mananjemen waktu pun terus kulatih, walaupun tidak mudah. Sedangkan tuntutan orangtua angkat juga harus tetap jadi peringkat kelas. Mau nggak mau emang harus ada yang dikorbankan…jatah bermain lah yg harus dikurangi secara otamatis. Lah terus kapan belajarnya?

Inilah pertanyaan yang terkadang membuat kita tidak mau mengambil resiko. Namun Alhamdulillaah dimanapun bisa digunakan sebagai tempat belajar. Ketika berangakt ngelesi(ngajar), aku selalu membawa buku pelajaran sekolah. Jadi bisa dibuka dan dibaca ketika naik bemo, daripada bengong, lumayan perjalanan sekitar 1,5 jam ke tempat ngajar. Nah kalo’ ditotal kan ada waktu 3 jam di jalan. Aku pikir cukup untuk belajar, walaupun dilihatin orang…hehehe…Biasanya sih kita malu,  ntar dikirain sok rajin..tapi ya cuek aja..demi kemandirian dan masa depan cemerlang…hehehe…Selain itu, waktu belajar pun bisa dilakukan di dalam kelas, ketika ada teman yang nanya tentang soal-soal, disitupun secara tidak langsung aku juga belajar.

Intinya tidak ada yang sulit ketika kita mau mencoba dan ada tekad kuat untuk hidup mandiri. Bukannya sudah jelas dalam Al-Qur’an : “Sesungguhnya Allah tidak akan mengubah nasib suatu kaum kecuali kaum itu sendiri yang mengubah apa apa yang pada diri mereka ” (QS 13:11)

Menemani dini hari bersujud pada-Nya

Bontang, Kalimantan Timur

Iklan

Aksi

Information

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s




%d blogger menyukai ini: