Dialah sebaik-baiknya Pemberi rizki

12 11 2009

Saat sedang bekerja, melakukan evaluasi pembelian barang  di kantor,  tiba-tiba ada bunyi sms yang masuk dari hp-ku…tut..tut…kemudian say abaca sms itu…” Assalaamu’alaykum, pul gagal medcheck gara-gara buta warna parsial nang YUTAKA”…ternyata sms itu dari teman kuliah-ku yang sekaligus temen 1 aktivis musholla SMA dulu…Langsung saja kutelphone sobatku tadi dan hanya bisa memberi nasehat dan membesarkan hatinya…” Ya, mungkin belum rizkinya…insyaALLOH masih ada yang lain yang jauh lebih baik…”…Sekaligus agak bercanda sedikit dengan kata-kata…”..pekerjaan itu kan sama juga dengan jodoh, kalo’ udah rizkinya tidak akan kemana…hehehe…”

Banyak hal yang bisa diambil dari kasus sobat saya tersebut, ya inilah tentang rizki…tidak ada seorang pun yang berhak mengatur kecuali Sang Maha Pemberi Rizki,…walaupun itu adalah tes terakhir jika ALLOH belum berkenan maka tidak akan terpenuhi…Bisa jadi pekerjaan tersebut tidak cocok bagi kita menurut ALLOH…Bisa jadi ALLOH memberikan gantinya yang lebih baik…terkadang kita ingin sekali bekerja di perusahaan yang ternama atau yang dekat dengan kota kelahiran ataupun dekat dengan orang-orang terdekat kita namun ALLOH belum tentu berkenan…spt halnya apa yang disebutkan dalam Al-Qur’an : “…boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Alloh Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.(QS. Al-Baqoroh 216)

Tetaplah semangat kawan, insyaALLOH masih banyak yang lebih baik yang ALLOH peruntukkan sebagai jalan rizkimu…bukankah jelas dalam Al-Qur’an : ” …Dialah sebaik-baiknya Pemberi rizki”. (QS. Saba : 39).

Bontang, 12-11-2009

Menemani pagi yang cerah di kantor

Bontang, Kalimantan Timur

Iklan




Ikhlas…mungkin solusinya…

2 11 2009

Bingung memulai tulisan ini, ntah darimana kuharus menguntai kata-kata. Manusia, ya kita adalah manusia yg Alloh ciptakan dengan kelengkapan yang paling sempurna daripada mkhluk yang lain. Akal dan rasa(hati) itulah kelengkapan yang paling menonjol pada diri manusia. Ada yang unik yang Alloh buat beda dari yang lain yaitu perasaan kasih dan sayang atau sering kita sebut dengan CINTA.

Cinta, ternyata harus dimanage sedemikian hingga sehingga tidak jatuh pada tempat yang tidak semestinya. Terkadang kita membiarkan perasaan kita melanglang buana mencari tempat yang tepat. Untuk siapa rasa ini berlabuh. Ketika Cinta itu berlabuh ditempat  yang tidak halal maka akan berbuah kesedihan. Sang pemilik Cinta tidak berkenan dan bahkan mencela jika CINTA itu adalah cinta yang salah.

Ketika perasaan itu kita khususkan untuk seorang yang belum halal bagi kita maka bersiap-siaplah untuk kehilangan karena Sang pemilik cinta belum ridho. Sekuat apa pun keinginan kita, jika Alloh tidak berkenan semuanya akan lewat begitu saja. Sedih memang, tapi itulah kehendak-Nya. Manusia hanyalah hamba yang hanya bisa berencana dengan indahnya namun Dia-lah yang Maha Menentukan. Begitu mudahnya Dia membalik keadaan, paginya senang dan siangnya pun Dia membuat kita sedih. Rencana itu sudah diatur begitu apik, namun kembali lagi Sang Pemilik Cinta tidak berkenan.

Ikhlas, ya harus ikhlas…itulah mungkin solusi yang tepat. Ikhlas melepasnya untuk yang lain. Alloh punya rencana yang indah untuk mengakhiri episode ini. Benar sekali apa yang ada dalam Al-Qur’an : “…boleh jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Alloh Mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.(QS. Al-Baqoroh 216)

 

 

Menemani dinginnya malam

Bontang, Kalimantan Timur